Upacara Memperingati Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2018

Assalamu'alaikum wr. wb.

Alhamdulillah hari Senin, 1 Oktober 2018, SMK Negeri 7 Samarinda dapat melaksankan upacara memperingati hari Kesaktian Pancasila. Para petugas pada upacara tersebut adalah kelas XI RPL 2. Bertindak sebagai pembina Upacara adalah ibu Darnilawati, S.Kom. 

Amanat yang beliau sampaikan cukup unik, yaitu perihal tanggal-tanggal penting di bulan Oktober dari tanggal 1 hingga tanggal 30 baik nasional maupun internasional. Beliau menyampaikan secara ringkas, peringatan-peringatan pada bulan Oktober tersebut. Namun, admin merilis versi lengkap yang dikutip dari wikipedia secara detail agar menjadi wawasan kita bersama. Peringatan-peringatan tersebut antara lain sebagai berikut:

1 Oktober: Hari Kesaktian Pancasila

Tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Ini tidak terlepas dari tragedi Pemberontakan 'Gerakan 30 September’ atau G30S. Indonesia yang selamat dari pemberontakan 30 September ini kemudian memperingati hari Kesaktian Pancasila pada  1 Oktober setiap tahunnya.  

2 Oktober: Hari Batik

Hari Batik diperingati sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO pada 2 Oktober. UNESCO memasukkan batik dalam Daftar Representatif Budaya tak Benda Warisan Manusia. Pengakuan ini merupakan Pengakuan Internasional terhadap Budaya Indonesia. 

4 Oktober: Hari Binatang Sedunia

Pada tahun 1931, di Florence, Italia telah diperingati sebagai hari Binatang Sedunia oleh ahli ekologi. Pada 4 Oktober diadakan pesta perjamuan Francis of Assisi, seorang pecinta alam yang peduli binatang dan lingkungan. Perayaan hari binatang diperingati para pecinta binatang di seluruh dunia.

5 Oktober: Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI)

Di Indonesia, 5 Oktober diperingati sebagai Hari Tentara Nasional Indonesia atau TNI. TNI berawal dari organisasi yang bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR). Lalu, pada 5 Oktober 1945 diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), dan diperbaiki kembali untuk susunan yang sesuai dengan dasar militer internasional menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI).  

8 Oktober: Hari Malam Pengamatan Bulan Internasional

Pada 8 Oktober lalu, klub astronomi di seluruh dunia, termasuk Indonesia mengadakan pengamatan bulan. Tanggal ini dipilih karena bulan memasuki fase kuartil awal. Ini fase terbaik untuk melihat kawah-kawah bulan. Menurut infoastronomy, pada tanggal tersebut pula, planat-planet seperti Mars, Saturnus dan Venus dapat dilihat dengan lebih dekat. 

16 Oktober: Hari Parlemen Indonesia 

Parlemen merupakan badan legislatif yang ada di Indonesia. Badan legislatif adalah badan deliberatif pemerintah dengan kuasa membuat hukum. Indonesia menganut paham beberapa kamar atau majelis, yaitu bikameral.

16 Oktober: Hari Pangan Sedunia 

Hari pangan sedunia diperingati setiap tanggal 16 Oktober di seluruh dunia. Dr. Pal Romany berperan penting dalam dalam konferensi tersebut sebagai pengusul ide perayaan Hari Pangan Sedunia.  

22 Oktober: Hari Santri Nasional 

Sejumlah Organisasi Masyarakat atau ormas yang tergabung dalam Lembaga Persaudaraan Ormas Islam (LPOI) menyepakati pentingnya pengukuhan hari santri di Indonesia. Itu sebabnya, 22 Oktober ditetapkan sebagai hari Santri Nasional. Presiden Joko Widodo menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional secara resmi pada 22 Oktober 2015. Tanggal ini ditetapkan mengingat peran historis para santri dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

24 Oktober : Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mendeklarasikan Hari Perserikatan Bangsa-bangsa pada tahun 1947. Piagam PBB sebenarnya ditandatangani pada 26 Juni 1945. Namun, piagam ini berlaku sejak 24 Oktober 1945. 

24 Oktober: Hari Dokter Nasional 

Tanggal 24 Oktober diperingati sebagai Hari Dokter Nasional atau hari lahirnya organisasi profesi Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Dr. Soeharto mengahadap notaris untuk mendapatkan dasar hukum berdirinya ‘Ikatan Dokter Indonesia’ pada 24 Oktober 1950. Dr. Sarwono merupakan ketua umum IDI pertama. 

27 Oktober: Hari Penerbangan Nasional 

Sehari menjelang Hari Sumpah Pemuda, Komodor Udara Agustinus Adisutjito terbang bersama cureng merah putih dari Pangkalan Maguwo, Yogyakarta. Pesawat Cureng Merah Putih pun terbang di atas langit Pangkalan Maguwo, Yogyakarta. 

27 Oktober: Hari Listrik Nasional

Pada 27 Oktober, Jawatan Listrik dan Gas oleh Presiden Soekarno dibentuk. Wikipedia mencatat, saat itu kapasitas pembangkit tenaga listrik hanya sebesar 157,5 MW. Pada 27 Oktober 1946 pertama kalinya diperingati hari Listrik Nasional yang diselenggarakan di gedung Badan Pekerja Komite Nasional Pusat (BPKNP) Yogyakarta. 

28 Oktober: Hari Sumpah Pemuda

Peringatan ini merupakan sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Sebagai semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Istilah ‘Sumpah Pemuda’ diberikan setelah acara kongres dilaksanakan, bukan saat putusan kongres. 

29 Oktober: Hari Stroke Dunia 

World Stoke Organization (WSO) adalah penggagas pertama untuk melawan stroke yang disahkan pada 29 Oktober. Pada Oktober 2006 lalu, WSO bergabung dengan International Stroke Society and the World Stroke Federation dengan tujuan membuat satu suara untuk mencegah stroke. 

30 Oktober : Hari Keuangan 

30 Oktober diperingati sebagai Hari Kuangan Republik Indonesia berdasarkan lahirnya uang emisi pertama Republik Indonesia. Gedung A.A Maramis dijadikan pusat kerja Menteri Keuangan untuk menjalankan tugasnya sehari-hari. Wikipedia mencatat, gedung Departemen of Financien atau Gedung Deandels diberi nama gedung A.A Maramis untuk menghargai jasa A.A Maramis. 

 

Poin selanjutnya yang beliau sampaikan adalah perihal menjaga kebersihan di lingkungan sekolah terutama perihal kepedulian siswa untuk memungut sampah dan membuang sampah pada tempatnya. Masih banyak sampah-sampah yang tidak seharusnya ada di toilet, ini masih dibiarkan tercecar di toilet. Selanjutnya menurut beliau, semua warga SMK Negeri 7 Samarinda khususnya siswa wajib untuk menjaga kebersihan badan agar bau badan atau aroma tak sedap yang dihasilkan tubuh tidak tercium oleh orang lain, salah satu perbuatan dzolim ketika kita membuat orang lain terganggu dengan hadirnya diri kita, karena tidak bisa menjaga kebersihan badan.

Siswa pun diminta untuk menjaga kebersihan kuku, dengan cara memotong kuku secara teratur. Menurut penelitian medis, kuku yang panjang adalah sarangnya bakteri yang dapat memicu berbagai penyakit. Tak kalah penting juga adalah penelitian mengenai aroma pesing yang dihasilkan oleh siswa atau laki-laki pada umumnya (bukan karena ngompol) yang disebabkan karena sisa-sisa urin yang masih belum tuntas terbuang dari kantung kemih karena kebiasaan siswa laki-laki yang buang air kecil sambil berdiri. Nah, mulai sekarang, yo buang air kecil sampai jongkok sesuai sunnah Nabi Muhammad saw.

Mari, siswa SMKN 7 Samarinda, kita jaga kebersihan lingkungan sekolah yang merupakan cerminan dari warga sekolah.

Jayalah SMKN 7 Samarinda

SMK Bisa

SMK Hebat