UJI ON LINE: SELAMATKAN PULUHAN JUTA RUPIAH

Sejalan dengan Program Kaltim green yang dicanangkan oleh gubernur Kalimantan Timur H.M  Awang Foroek Ishak beberapa tahun silam menjadi pekerjaan rumah tim pengembang uji on line (Media Internet) SMK N 7 Samarinda.Ini di buktikan melalui wakil kepala sekolah bidang kurikulum Anam mengatakan,”Program ini sangat-sangat efektif diterapkan karena sekolah bisa menghemat  biaya  seperti  penghematan kertas (pengeluaran paling besar)sejalan dengan program Bapak Gubernur kita.Penghematan mencapai 70 persent yang biasanya setiap kali kami melaksanakan ujian  bisa mencapai kisaran angka lima puluh juta rupiah namun kali ini sekolah hanya mengeluarkan biaya sekitar lima belas  Juta rupiah.

Sejak empat tahun lalu tepat nya di tahun pembelajaran 2009 s.d 2010 pada masa perintisan kelas terpadu pada tampuk pimpinan kepala sekolah pertama  SMK N 7 Drs.Edih Rahmanudin, telah melakukan banyak terobosan salah satunya adalah uji-on line namun diawal perintisan hanya kelas terpadu serta mata pelajaran produktif yang di ujikan,di karenakan  kendala system jaringan  Local Are Network (LAN) serta masih dalam tahap uji coba,  namun seiring perkembangan SMK N 7 di tahun pembelajaran 2013-2014 ini SMK N 7 bertekad untuk menjadikan uji online  sebagai basis teknologi pertama di Kalimantan Timur tingkat sekolah menengah dan kejuruan. Penerapan uji online perdana tidak semudah yang kita banyangkan seperti membalik tangan, penuh lika-liku serta kajian-kajian dari team pengembang dan kerjasama guru baik normatif,adaptif serta produktif .Di Tanya soal hambatan Supriono menyatakan bahwa, “kita coba semaksimal mungkin,mas” ujarnya sebelum uji online perdana di laksanakan.

Patut kita ketahui  bersama bahwa satu bulan sebelum perdana bersama uji on line (Normatif,adaptif dan produktif) ini, para guru dilatih selama dua hari untuk memperkenalkan program geress akhir tahun 2013 ini,sebanyak 145 orang guru serta 3 orang instruktur  terjun langsung membimbing para guru menjadi tiga kelompok  yaitu kelompok normatif,adaptif dan produktif.Bambang guru mata pelajaran Seni Budaya mengungkapkan,”Karna baru pertama maka sangat membingungkan ,namun kedepanya terus akan kita coba”demikian katanya.   

Dari pantauan dikelas,terlihat sebagian siswa dengan tenang mengerjakan setiap soal namun ada juga siswa dengan pucat pasi mencari jalur jaringan agar bisa masuk sebagai pengguna (user),’Aduh lambat pak loading (masuk)nya,gimana ni pak.” Siswa yang lain juga mendapat persoalan yang hampir serupa,setengah mengerjakan, soal tidak bisa di submit (dinyatakan selesai) namun demikian hal tersebut akan bisa di lakukan berulang-ulang sampai dinyatakan selesai.